Halaman

  • Home
  • Mom and Kids
  • Writing
  • Recipe
  • Photography

14/12/13

Muhasabah

Entahlah, sudah berapa lama saya tidak tulis-menulis di blog. Rindu sekali! Ada perasaan yang membuncah saat saya mulai berinteraksi kembali dengan deretan kata, meski  disadari sayapun baru belajar mengurai kata hehe. Selalu saja ada alasan untuk tidak menulis di blog. Alasan yang kerap muncul di benak adalah sibuk dengan "urusan dalam negeri" saya terlampau lelah sehingga jika ada waktu luang pilihannya take a rest atau menulis. Dilematis memang, secara saya masih memiliki balita yang sedang giat explorasi hingga membuat Umminya mesti stay tune jika si baby sudah terbangun. Jika saya pilih menulis rasa senang dan bahagia membuncah di dada karena saya dapat menuangkan ide-ide dalam tulisan saya. Namun, setelahnya saya harus kembali berkejaran dengan waktu.

Saat itu saya teringat status teman di FB, deretan kata-katanya sangat saya sukai. Sebuah kutipan dari penulis yang saya kagumi Mohammad Fauzil Adhim.

"Bukan banyaknya anak yang menyebabkan kita tidak punya kesempatan mengurus diri sendiri, bukan juga aktifnya mereka yang menjadikan kita merasa kelelahan dan tegang terus-menerus. Kesiapan mental kitalah yang lebih banyak berpengaruh terhadap bagaimana kita merasakan tiap-tiap peristiwa sebagai kesengsaraan dan penderitaan ataukah sebagai tantangan dan ladang amal shalih."

Saya tersentak saat membaca kutipan tersebut. Saya merasa tersindir dari setiap katanya. Ya Allah ampuni segala keluh kesah yang selama ini sering saya lontarkan. Mulai membenahi diri dan menebarkan ilmu walaupun satu ayat. In shaa  Allah.

31/05/13

Template Baru Menambah Semangat Ngeblog

foto pribadi

Di penghujung 2012 saya bergabung dengan sebuah komunitas yang isinya Emak keren semuanya, yaitu KEB (Kumpulan Emak Blogger). Menyadari belum memiliki rumah maya (nekat nih! join grup dulu baru buat Blog, hehe) lantas saya segera membuat akun di blogspot. Sebelumnya saya berpikir membuat Blog itu sulit dan harus menguasai pemprograman terlebih dulu. Ternyata tidak, membuat Blog itu sangat mudah jika hanya sekedar membuat Blog (yang penting jadi). Yang sulit adalah mempercantik Blog sehingga nyaman dan banyak pengunjung. Nah, tahapan inilah yang membuat saya rada stress, karena pengetahuan yang minim soal ngeBlog akhirnya saja mencoba ngutak-ngatik sendiri. Dari mulai menambah gadget, mengganti template, membuat menu bar. Semuanya saya tanyakan pada Mbah Google. Hanya ada beberapa postingan saat itu.

20/04/13

Menikmati Indahnya Alam Telaga Sarangan

Assalamualaikum. Hai! Keke dan Nai. Kenalkan, nama aku Muhammad Rakha Haidar. Keke dan Nai bisa panggil aku Rakha. Usiaku tujuh tahun. Aku tinggal di Ruwais, Abu Dhabi. Hal yang paling aku tunggu tiap tahun adalah vacation ke Indonesia. Bagiku hal ini sangat dinanti, karena aku bisa ketemu dengan mbah kakung, mbah putri, eyang kakung, eyang putri, om, tante, saudara dan teman-temanku di Indonesia. 

Selama di Indonesia, cara aku melepas rindu pada tanah air adalah dengan wisata kuliner dan jalan-jalan menikmati indahnya alam Indonesia. Contohnya saja saat aku berada di Jogja, aku membeli makanan khas Jogja, yaitu Gudeg, atau saat aku berada di Purwokerto, tidak lupa menikmati Getuk gorengnya. Wah! pokoknya selama di Indonesia, wisata kuliner menjadi agenda rutin aku. 

Nah, selain wisata kuliner aku dan keluarga tidak mau melewatkan keindahan alam dan pariwisata Indonesia. Tahun 2011, kami berwisata ke Telaga Sarangan. Keke dan Nai sudah pernah ke sana belum? Aku ajak Keke dan Nai mengenal Telaga Sarangan, yuk!

09/04/13

Nadia Sayang Mas dan Adik


foto pribadi.com
 “Ummi, cokelatnya satu lagi ya,” pinta Nadia, anak kedua kami yang saat ini berusia 3,8 tahun.
“ Lho…Mbak Nadia kan cokelatnya sudah ada, kok beli satu lagi?”
“Ummi, yang satu lagi buat Mas Rakha. Mas kan lagi sekolah, jadi Mbak belikan cokelat buat Mas Rakha, boleh ya, Ummi?” bujuknya pada saya. Tanpa protes sayapun  mengiyakan.

Saya bersyukur saat ini Nadia memiliki sense of sharing dengan kakak dan adiknya. Meskipun terkadang sikap egoisnya sebagai anak-anak muncul. Tidak jarang saat membeli sesuatu di Minimarket dekat rumah kami, Nadia selalu ingat untuk membelikan kakaknya jajanan yang sama seperti yang dia beli. Contohnya saja saat Nadia ingin membeli cokelat, pasti dia langsung mengambil 2 cokelat. Sebelum saya bertanya untuk siapa cokelat yang satunya lagi, dengan segera Nadia berucap “Ummi, cokelat ini untuk Mas Rakha, ya.”  Namun sesampainya di rumah dia menginginkan cokelat milik kakaknya, karena cokelat miliknya sudah habis saat masih di Market. Akhirnya Nadiapun merajuk pada saya “Ummi, coklat punya Mas buat aku ya…akunya masih pingin. Nanti kita ke Market lagi, beli coklat untuk Mas Rakha ya, Ummi.” Hahaha!

14/10/12

Masakan Nusantara hadir di Ruwais, Abu Dhabi.


Sabtu, 13 Oktober 2012 menjadi hari yang istimewa. Pasalnya hari ini menjadi hari 'libur masak' bagi saya. Karena komunitas Indonesia yang terhimpun dalam Indo-Emirate Ruwais, mengadakan acara “Silaturrahmi dan Food Heritage Festival 2012” yang diselenggarakan di Recreation Centre Ruwais. Waaah, sudah kebayangkan, pastinya banyak masakan nusantara yang menggoda selera. Istimewahnya lagi, acara ini dihadiri langsung oleh Dubes RI Bapak Salman Al-Farisi beserta rombongan konselor dari KBRI untuk UAE. Mereka sengaja datang dari Abu Dhabi ke Ruwais lho. Jarak Abu Dhabi-Ruwais tidaklah dekat, jaraknya sekitar 250 km dan butuh waktu 2-2,5 jam untuk sampai Ruwais. Jika di Indonesia jarak tempuh seperti itu ada dari Cilegon (Banten) sampai Bandung. Nah…bisa dibayangkan dong, laju mobil di sini dijamin ngebut.

05/10/12

LATIHAN SABAR

gambar di ambil dari cetusanhati.com

Alhamdulillah. Hari ini seorang sahabat mengingatkan saya mengenai SABAR. Hanya rangkaian 5 huruf sederhana, yang mudah sekali untuk diucapkan namun sulit untuk diaplikasikan. Nasihat ini tepat datangnya saat hati saya sedang galau. Saat saya merasa ujian mendidik si sulung bertubu-tubi menghampiri saya.
Saya sadari si sulung bukanlah lagi anak kecil usia balita. Kini usianya genap 7 tahun. Jiwanya sebagian sudah milik lingkungan dan teman-temannya. Sayapun meyakini bahwa dia perlu bersosialisasi. Yang membuat saya harus menahan emosi adalah jika si sulung sudah main bersama teman-temannya hampir lupa waktu, lupa makan, bahkan lupa sholat. Akibatnya, jika sudah kecapean main dia akan uring-uringan nggak jelas. Bangun tidur pagi jadi susah, ngaji atau belajar baru sebentar sudah nguap berkali-kali. Mungkin bagi sebagian orangtua ini masalah biasa, namun bagi saya menjadi masalah yang luar biasa. Saya jadi mudah tersulut emosi jika si sulung sudah mulai rewel. Belum lagi 2 adiknya minta perhatian, dan pekerjaan rumah yang menanti. Waaah, kalau sudah begini rasanya ingin pergi ke hutan lalu teriak sekenceng-kencengnya kayak Tarzan hehe.

Nyetrika malam bawa berkah ilmu ^_^

 Nggak sengaja terbangun tengah malam karena anak saya yang kedua Nadia ingin diantar ke kamar mandi. Setelah mengantar Nadia pipis, ternyata saya tidak bisa tidur lagi. Padahal mata berat sekali dan ingin rasanya tidur kembali. Namun tetap tidak bisa. Lalu saya coba untuk melihat sekeliling ruang untuk dapat melakukan sesuatu. Aha...matapun tertuju pada salah satu sudut ruang. Disana terdapat segunung pakaian tak bertuan. Melihatnya, seolah mereka melambai-lambai ingin disentuh ^_^. Alhasil, jadi juga malam itu dengan semangat '45 untuk 'meratakan gunung'.  Padahal kalau lihat jam sudah pukul 11 malam. Bismillah. Semoga dengan niat dan semangat ini saya bisa sukses untuk meratakan gunungnya hehe.