Mensiasati anak-anak supaya suka buah. Browsing...browsing...browsing. Akhirnya ketemu ide untuk buat "Fruit Tree" dengan memanfaatkan buah yang ada di rumah. Maka jadilah karyanya, Alhamdulillah anak-anak lahap makannya.
18/12/13
Siomay Ikan
Dapet kabar gembira King Fish / Tenggiri lagi murah harganya. Langsung saja berburu ikan tenggiri di pasar. Enggak tanggung-tanggung sekalian saja beli satu ekor yang ukuran sedang, dibersihkan dan langsung minta difillet sama tukang ikannya. Udah kepikiran mau dibuat siomay atau mpek-mpek aja, begitu sampai rumah bisa langsung dieksekusi hehe.
Bahan :
Cara Buat :
Bahan :
- 400 gr ikan tenggiri
- 150 gr tepung tapioka
- 5 siung bawang putih haluskan
- 2 sdt garam
- 2 sdt gula pasir
- 1/2 sdt merica bubuk
- 1 sdm minyak goreng
- 1 telur
- 2-3 sdm santan cair atau santan powder (bisa diabaikan, saya tambahkan santan supaya tidak amis)
- Daun bawang, iris halus
Bahan Pelengkap :
- Kol, kukus
- Kentang, kukus
- Paria
- Tahu
- Kulit lumpia/kulit siomay
- Telur rebus
Cara Buat :
- Campur semua bahan kecuali daun bawang daun. Haluskan dengan menggunakan blender atau food processor.
- Isi kulit lumpia/kulit siomay dengan dengan adonan. Bentuk sesuai selera, bisa dibentuk seperti mangkok atau lipat seperti amplop. Kukus sampai matang.
- Potong-potong paria, buang bijinya. Isi bagian tengah paria dengan adonan. Kukus sampai matang.
- Kerok bagian tengah tahu, campur kerokan tahu dengan adonan, kemudian isi bagian tengah tahu dengan adonan. Kukus sampai matang.
Bumbu kacang :
- 150 gr kacang tanah goreng, haluskan.
- 3 cabe merah besar
- 3 siung bawang putih
- 3 siung bawang merah
- 2 butir kemiri
- 1 sdt garam
- 2 sdm gula pasir
- 2 lembar daun salam
- 2 lembar daun jeruk
- 5 sdm minyak untuk menumis
- 150 ml air
Cara Buat :
- Haluskan bumbu bawang putih, bawang merah, cabe merah, kemiri. Tumis hingga harum, masukkan daun salam dan daun jeruk.
- Masukkan kacang tanah ke dalam tumisan, tambahkan air secukupnya.
- Masak dengan api kecil sampai bumbu meresap dan keluar minyaknya.
Bahan Pelengkap :
- Jeruk limau
- Kecap
- Saos sambal
- Bawang goreng
Selamat Mencoba !
17/12/13
Resep Donat Praktis
Camilan yang satu ini paling disukai anak-anak. Enggak pernah bosan, seringnya anak-anak protes "Ummi donatnya mana? Kok belum jadi sih, lama banget". Ya iya lah lama , kan harus tunggu adonan supaya mengembang dulu hehehe. Apalagi kalau topping donatnya dihias pakai DCC (Dark Cooking Chocolate) yang dilelehkan lalu diatasnya ditabur coklat ceres warna-warni atau ditabur keju parut dan paling gampangnya cuma dibedakin gula halus. Hmm langsung diserbu pasukan deh. Resep ini tidak menggunakan takaran, tapi In shaa Allah hasilnya bagus dan enak. Praktis dan gak kalah dengan donat kentang Selamat mencoba.
Bahan :
Cara Buat :
Bahan :
- Terigu
- 2 sdm gula pasir
- 2 sdm susu bubuk
- 2 sdm ragi kue (Fermipan / Yeast)
- 3 sdm mentega
- 1 telur utuh
- 100 ml air hangat
Cara Buat :
- Siapkan baskom. Campur dan tuang ke dalam baskom secara berurutan. 2 sdm terigu, 2 sdm gula pasir, 2 sdm susu bubuk, 3 sdm ragi. Lalu siram air hangat perlahan dengan menggunakan sendok sampai permukaan adonan tertutup air (siram airnya disebar supaya rata). Diamkan selama 1/2 jam sampai berbuih.
- Setelah adonan biang berbuih masukkan telur, aduk sambil tambahkan terigu sedikit demi sedikit dan mentega 3 sdm. Uleni sampai kalis sesekali dibanting. Jika sudah kalis hentikan pemberian terigu (tanda kalis jika adonan sudah tidak lengket ditangan, tapi jangan sampai diberi terigu terlalu banyak, akan membuat donat keras). Istirahatkan dan tutup baskom dengan kain atau bisa juga masukkan dalam microwave selama kurang lebih 1 jam.
- Setelah satu jam dan mengembang kempiskan adonan dengan meninju adonan donat, supaya udara yang bersarang di dalam adonan keluar.
- Bagi adonan kemudian bulatkan dan lubangi adonan dengan jari telunjuk putar-putar, lalu letakkan di atas plastik atau loyang yang sudah diberi taburan terigu. Diamkan kembali kurang lebih 15-20 menit.
- Panaskan minyak goreng dengan api sedang dan banyak. Angkat adonan secara perlahan-lahan. Goreng dan siram-siram adonan donat supaya mengembang dan bolak-balikkan adonan agar panas merata. Jika sudah kuning keemasan angkat dan tiriskan. Dinginkan...setelah itu silahkan diberi topping sesuai selera atau cukup dibedaki saja dengan gula halus.
Tips : Gunakan panci kecil, supaya menghemat penggunaan minyak.
14/12/13
Muhasabah
Entahlah, sudah berapa lama saya tidak tulis-menulis di blog. Rindu sekali! Ada perasaan yang membuncah saat saya mulai berinteraksi kembali dengan deretan kata, meski disadari sayapun baru belajar mengurai kata hehe. Selalu saja ada alasan untuk tidak menulis di blog. Alasan yang kerap muncul di benak adalah sibuk dengan "urusan dalam negeri" saya terlampau lelah sehingga jika ada waktu luang pilihannya take a rest atau menulis. Dilematis memang, secara saya masih memiliki balita yang sedang giat explorasi hingga membuat Umminya mesti stay tune jika si baby sudah terbangun. Jika saya pilih menulis rasa senang dan bahagia membuncah di dada karena saya dapat menuangkan ide-ide dalam tulisan saya. Namun, setelahnya saya harus kembali berkejaran dengan waktu.
Saat itu saya teringat status teman di FB, deretan kata-katanya sangat saya sukai. Sebuah kutipan dari penulis yang saya kagumi Mohammad Fauzil Adhim.
"Bukan banyaknya anak yang menyebabkan kita tidak punya kesempatan mengurus diri sendiri, bukan juga aktifnya mereka yang menjadikan kita merasa kelelahan dan tegang terus-menerus. Kesiapan mental kitalah yang lebih banyak berpengaruh terhadap bagaimana kita merasakan tiap-tiap peristiwa sebagai kesengsaraan dan penderitaan ataukah sebagai tantangan dan ladang amal shalih."
Saya tersentak saat membaca kutipan tersebut. Saya merasa tersindir dari setiap katanya. Ya Allah ampuni segala keluh kesah yang selama ini sering saya lontarkan. Mulai membenahi diri dan menebarkan ilmu walaupun satu ayat. In shaa Allah.
Saat itu saya teringat status teman di FB, deretan kata-katanya sangat saya sukai. Sebuah kutipan dari penulis yang saya kagumi Mohammad Fauzil Adhim.
"Bukan banyaknya anak yang menyebabkan kita tidak punya kesempatan mengurus diri sendiri, bukan juga aktifnya mereka yang menjadikan kita merasa kelelahan dan tegang terus-menerus. Kesiapan mental kitalah yang lebih banyak berpengaruh terhadap bagaimana kita merasakan tiap-tiap peristiwa sebagai kesengsaraan dan penderitaan ataukah sebagai tantangan dan ladang amal shalih."
Saya tersentak saat membaca kutipan tersebut. Saya merasa tersindir dari setiap katanya. Ya Allah ampuni segala keluh kesah yang selama ini sering saya lontarkan. Mulai membenahi diri dan menebarkan ilmu walaupun satu ayat. In shaa Allah.
31/05/13
Template Baru Menambah Semangat Ngeblog
foto pribadi
20/04/13
Menikmati Indahnya Alam Telaga Sarangan
Assalamualaikum. Hai! Keke dan Nai. Kenalkan, nama aku Muhammad Rakha Haidar. Keke dan Nai bisa panggil aku Rakha. Usiaku tujuh tahun. Aku tinggal di Ruwais, Abu Dhabi. Hal yang paling aku tunggu tiap tahun adalah vacation ke Indonesia. Bagiku hal ini sangat dinanti, karena aku bisa ketemu dengan mbah kakung, mbah putri, eyang kakung, eyang putri, om, tante, saudara dan teman-temanku di Indonesia.
Selama di Indonesia, cara aku melepas rindu pada tanah air adalah dengan wisata kuliner dan jalan-jalan menikmati indahnya alam Indonesia. Contohnya saja saat aku berada di Jogja, aku membeli makanan khas Jogja, yaitu Gudeg, atau saat aku berada di Purwokerto, tidak lupa menikmati Getuk gorengnya. Wah! pokoknya selama di Indonesia, wisata kuliner menjadi agenda rutin aku.
Nah, selain wisata kuliner aku dan keluarga tidak mau melewatkan keindahan alam dan pariwisata Indonesia. Tahun 2011, kami berwisata ke Telaga Sarangan. Keke dan Nai sudah pernah ke sana belum? Aku ajak Keke dan Nai mengenal Telaga Sarangan, yuk!
09/04/13
Nadia Sayang Mas dan Adik
| foto pribadi.com |
“ Lho…Mbak Nadia
kan cokelatnya sudah ada, kok beli satu lagi?”
“Ummi, yang satu
lagi buat Mas Rakha. Mas kan lagi sekolah, jadi Mbak belikan cokelat buat Mas Rakha, boleh ya, Ummi?” bujuknya pada saya. Tanpa protes sayapun mengiyakan.
Saya bersyukur saat
ini Nadia memiliki sense of sharing dengan kakak dan adiknya. Meskipun terkadang sikap egoisnya sebagai anak-anak muncul. Tidak jarang saat membeli
sesuatu di Minimarket dekat rumah kami, Nadia selalu ingat untuk membelikan
kakaknya jajanan yang sama seperti yang dia beli. Contohnya saja saat Nadia
ingin membeli cokelat, pasti dia langsung mengambil 2 cokelat. Sebelum saya
bertanya untuk siapa cokelat yang satunya lagi, dengan segera Nadia berucap “Ummi,
cokelat ini untuk Mas Rakha, ya.” Namun
sesampainya di rumah dia menginginkan cokelat milik kakaknya, karena cokelat
miliknya sudah habis saat masih di Market. Akhirnya Nadiapun merajuk pada saya
“Ummi, coklat punya Mas buat aku ya…akunya masih pingin. Nanti kita ke Market
lagi, beli coklat untuk Mas Rakha ya, Ummi.” Hahaha!
Langganan:
Postingan (Atom)
Copyright © 2013 Desi Teja . Designed by The Choco BD



