Halaman

  • Home
  • Mom and Kids
  • Writing
  • Recipe
  • Photography

20/04/13

Menikmati Indahnya Alam Telaga Sarangan

Assalamualaikum. Hai! Keke dan Nai. Kenalkan, nama aku Muhammad Rakha Haidar. Keke dan Nai bisa panggil aku Rakha. Usiaku tujuh tahun. Aku tinggal di Ruwais, Abu Dhabi. Hal yang paling aku tunggu tiap tahun adalah vacation ke Indonesia. Bagiku hal ini sangat dinanti, karena aku bisa ketemu dengan mbah kakung, mbah putri, eyang kakung, eyang putri, om, tante, saudara dan teman-temanku di Indonesia. 

Selama di Indonesia, cara aku melepas rindu pada tanah air adalah dengan wisata kuliner dan jalan-jalan menikmati indahnya alam Indonesia. Contohnya saja saat aku berada di Jogja, aku membeli makanan khas Jogja, yaitu Gudeg, atau saat aku berada di Purwokerto, tidak lupa menikmati Getuk gorengnya. Wah! pokoknya selama di Indonesia, wisata kuliner menjadi agenda rutin aku. 

Nah, selain wisata kuliner aku dan keluarga tidak mau melewatkan keindahan alam dan pariwisata Indonesia. Tahun 2011, kami berwisata ke Telaga Sarangan. Keke dan Nai sudah pernah ke sana belum? Aku ajak Keke dan Nai mengenal Telaga Sarangan, yuk!

09/04/13

Nadia Sayang Mas dan Adik


foto pribadi.com
 “Ummi, cokelatnya satu lagi ya,” pinta Nadia, anak kedua kami yang saat ini berusia 3,8 tahun.
“ Lho…Mbak Nadia kan cokelatnya sudah ada, kok beli satu lagi?”
“Ummi, yang satu lagi buat Mas Rakha. Mas kan lagi sekolah, jadi Mbak belikan cokelat buat Mas Rakha, boleh ya, Ummi?” bujuknya pada saya. Tanpa protes sayapun  mengiyakan.

Saya bersyukur saat ini Nadia memiliki sense of sharing dengan kakak dan adiknya. Meskipun terkadang sikap egoisnya sebagai anak-anak muncul. Tidak jarang saat membeli sesuatu di Minimarket dekat rumah kami, Nadia selalu ingat untuk membelikan kakaknya jajanan yang sama seperti yang dia beli. Contohnya saja saat Nadia ingin membeli cokelat, pasti dia langsung mengambil 2 cokelat. Sebelum saya bertanya untuk siapa cokelat yang satunya lagi, dengan segera Nadia berucap “Ummi, cokelat ini untuk Mas Rakha, ya.”  Namun sesampainya di rumah dia menginginkan cokelat milik kakaknya, karena cokelat miliknya sudah habis saat masih di Market. Akhirnya Nadiapun merajuk pada saya “Ummi, coklat punya Mas buat aku ya…akunya masih pingin. Nanti kita ke Market lagi, beli coklat untuk Mas Rakha ya, Ummi.” Hahaha!

14/10/12

Masakan Nusantara hadir di Ruwais, Abu Dhabi.


Sabtu, 13 Oktober 2012 menjadi hari yang istimewa. Pasalnya hari ini menjadi hari 'libur masak' bagi saya. Karena komunitas Indonesia yang terhimpun dalam Indo-Emirate Ruwais, mengadakan acara “Silaturrahmi dan Food Heritage Festival 2012” yang diselenggarakan di Recreation Centre Ruwais. Waaah, sudah kebayangkan, pastinya banyak masakan nusantara yang menggoda selera. Istimewahnya lagi, acara ini dihadiri langsung oleh Dubes RI Bapak Salman Al-Farisi beserta rombongan konselor dari KBRI untuk UAE. Mereka sengaja datang dari Abu Dhabi ke Ruwais lho. Jarak Abu Dhabi-Ruwais tidaklah dekat, jaraknya sekitar 250 km dan butuh waktu 2-2,5 jam untuk sampai Ruwais. Jika di Indonesia jarak tempuh seperti itu ada dari Cilegon (Banten) sampai Bandung. Nah…bisa dibayangkan dong, laju mobil di sini dijamin ngebut.

05/10/12

LATIHAN SABAR

gambar di ambil dari cetusanhati.com

Alhamdulillah. Hari ini seorang sahabat mengingatkan saya mengenai SABAR. Hanya rangkaian 5 huruf sederhana, yang mudah sekali untuk diucapkan namun sulit untuk diaplikasikan. Nasihat ini tepat datangnya saat hati saya sedang galau. Saat saya merasa ujian mendidik si sulung bertubu-tubi menghampiri saya.
Saya sadari si sulung bukanlah lagi anak kecil usia balita. Kini usianya genap 7 tahun. Jiwanya sebagian sudah milik lingkungan dan teman-temannya. Sayapun meyakini bahwa dia perlu bersosialisasi. Yang membuat saya harus menahan emosi adalah jika si sulung sudah main bersama teman-temannya hampir lupa waktu, lupa makan, bahkan lupa sholat. Akibatnya, jika sudah kecapean main dia akan uring-uringan nggak jelas. Bangun tidur pagi jadi susah, ngaji atau belajar baru sebentar sudah nguap berkali-kali. Mungkin bagi sebagian orangtua ini masalah biasa, namun bagi saya menjadi masalah yang luar biasa. Saya jadi mudah tersulut emosi jika si sulung sudah mulai rewel. Belum lagi 2 adiknya minta perhatian, dan pekerjaan rumah yang menanti. Waaah, kalau sudah begini rasanya ingin pergi ke hutan lalu teriak sekenceng-kencengnya kayak Tarzan hehe.

Nyetrika malam bawa berkah ilmu ^_^

 Nggak sengaja terbangun tengah malam karena anak saya yang kedua Nadia ingin diantar ke kamar mandi. Setelah mengantar Nadia pipis, ternyata saya tidak bisa tidur lagi. Padahal mata berat sekali dan ingin rasanya tidur kembali. Namun tetap tidak bisa. Lalu saya coba untuk melihat sekeliling ruang untuk dapat melakukan sesuatu. Aha...matapun tertuju pada salah satu sudut ruang. Disana terdapat segunung pakaian tak bertuan. Melihatnya, seolah mereka melambai-lambai ingin disentuh ^_^. Alhasil, jadi juga malam itu dengan semangat '45 untuk 'meratakan gunung'.  Padahal kalau lihat jam sudah pukul 11 malam. Bismillah. Semoga dengan niat dan semangat ini saya bisa sukses untuk meratakan gunungnya hehe.

21/09/12

Baturraden, Purwokerto; sebuah wisata alam yang patut dikunjungi

Kantor walikota Banyumas, Purwokerto
Liburan tahun ini sengaja kami niatkan untuk mampir ke Purwokerto. Awalnya hanya untuk istirahat selama perjalanan kembali dari Prambanan ke Cilegon. Mengingat di sana kami punya kerabat, sekalian saja kami silaturrahmi. Nggak disangka rumah kerabat kami dekat dengan objek wisata Baturraden. Tidak ingin mensia-siakan kesempatan, langsung saja kami browsing segala hal tentang Baturraden. Tempat yang menarik. Sesampainya di Purwokerto, kami janjian dengan kerabat untuk minta dijemput di alun-alun Purwokerto. Begitu turun dari mobil, wah...sejuknya, semilir angin dari kaki gunung Selamet terasa sekali. Udara sejuk seperti ini yang kami rindukan hehe. Anak-anak seolah tidak mau ketinggalan, berangsur turun dari mobil dan langsung berhamburan ke lapangan alun-alun.

20/09/12

Mudik Heboh

 Liburan tahun ini kami sepakat memilih perjalanan darat dari Cilegon menuju Prambanan-Jogja. Jika 2 tahun  berturut-turut kami lebih memilih perjalanan udara. Dengan alasan tidak mau ribet, ingin cepat sampai tujuan dan juga anak-anak masih pada kecil. Liburan tahun ini berbeda, meskipun kami tidak secara khusus mengunjungi tempat wisata tertentu,  namun perjalanan darat ini merupakan wisata bagi kami. Betapa tidak,  mata kami begitu puas melihat indahnya hamparan sawah nan hijau, alam pegunungan, aliran sungai dengan suara gemericik air, yang semuanya tidak dapat kami nikmati di tempat tinggal kami Ruwais-Abu Dhabi. Karenanya, saya, suami dan anak-anak begitu menikmati perjalanan ini.

Awalnya kami sempat bingung, bagaimana membawa barang bawaan sebanyak ini ( 2 koper besar, 2 koper kecil dan stroller). Dengan jumlah penumpang 4 plus suami sebagai supir saja sudah sesak. Maklumlah, mudiknya setahun sekali, jadi oleh-olehnya buanyaaak banget. Akhirnya kami sepakat 1 koper besar dan stroller dipaketkan. Kursi belakang kami tutup, sehingga muat untuk simpan koper dan bawaan lainnya. Diatas koper-koper kami gelar kasur, agar Rakha (7thn) dan adiknya Nadia (3thn) bisa selonjor tiduran. Aku dan Nawra (9bln) duduk di kursi tengah. Sesekali Rakha duduk di depan untuk nemenin abinya. Waaah...benar-benar bedol desa, fikirku. Alhamdulillah anak-anak senang.
happy trip ya nak...^_^